Rangkaian ATS / AMF Genset Otomatis

Contactor merupakan peralatan listrik yang banyak digunakan di dunia industri maupun rumah tangga. Salah satunya adalah penggunaan ATS (Automatic Transfer switch).

Apa itu ATS ?
Bagaimana mengimplementasikan ATS secara sederhana. Rangkaian ATS / AMF ini sangat berguna ketika PLN sebagai penyedia listrik di industri maupun di rumah menghentikan pasokan listrik karena mengalami gangguan, baik karena sedang melakukan perawatan, ketika kekurangan daya untuk menyuplai tegangan bagi pelanggan yang diakibatkan karena musim kemarau, maupun gangguan ketika terjadi badai / kondisi cuaca yang menyebabkan suplai listrik menjadi terganggu.

Karena hal inilah pentingnya ATS / AMF untuk menjaga ketersediaan listrik baik bagi rumah tangga maupun bagi industri.

Sebelum kita membuat implementasi rangkaian ATS / AMF Genset Otomatis ada baiknya terlebih dahulu kita memahami pengertian dari ATS maupun AMF.

ATS (Automatic Transfer switch) merupakan suatu sistem pengontrolan yang memiliki fungsi untuk mengganti koneksi secara otomatis dari satu sumber tegangan listrik ke satu sumber tegangan listrik lainnya.

Keadaan pergantian tersebut disebut juga dengan Automatic COS (Change Over Switch)

Contoh di sini akan kita bahas tentang perpindahan koneksi dari satu sumber tegangan yaitu PLN ke sumber tegangan lainnya yaitu Genset ketika sumber tegangan PLN sedang tidak terkoneksi.

Perpindahan sumber tegangan dapat saja dilakukan dengan ATS namun Genset yang menghidupkan sumber tegangan sebagai pengganti sumber tegangan utama (PLN) tidak aktif secara otomatis

Jadi agar sistem ATS dapat bekerja secara otomatis harus didukung dengan sistem AMF.

Apa itu sistem AMF?
Sistem AMF (Automatic Main Failure) adalah suatu sistem kendali yang berguna untuk menyalakan mesin genset (starter mesin genset) ketika beban yang disuplai suatu tegangan kehilangan sumber tegangan listriknya utamanya seperti contoh yang kita bahas yaitu PLN.

Jadi cara kerja dari sistem yang akan kita buat adalah ketika beban kehilangan sumber tegangan utamanya yaitu PLN, secara serta merta genset akan starter secara otomatis (1 kali starter), setelah mesin genset menyala, ATS mulai mengganti koneksi dari sumber tegangan utama ke sumber tegangan cadangan (Genset).

Implementasi penggunaan contactor untuk AMF yang saya buat ini hanya untuk menstarter genset sebanyak 1 kali. Jadi jika terjadi kegagalan dalam starter, maka starter selanjutnya tidak dilakukan.

Anda bisa saja membuat starter berkali-kali jika terjadi kegagalan starter dengan menambahkan sensor tegangan/arus yang diletakkan pada genset. Namun saya hanya merancangnya sampai di sini saja.

Jadi artikel yang anda baca sekarang ini adalah bagaimana AMF beroperasi dan setelah beroperasi ATS pun akan bekerja.

Dari masalah akibat ganguan yang terjadi pada sumber tegangan utama (PLN) di atas kita akan menggunakan contactor, timer, on delay sebagai alat untuk mengontrol agar suplai listrik untuk beban tetap terjaga dengan menghidupkan suplai tegangan listrik cadangan secara otomatis.

Rangkaian Kontrol ATS AMF Genset Otomatis
screenshot_5
Gambar Rangkaian Kontrol ATS AMF Genset Otomatis
Untuk wiring kabel dari rangkaian anda bisa mengikuti sambungan kabel menurut penomoran yang terdapat pada peralatan seperti kontaktor timer dan lain sebagainya.

Dari gambar di atas Alat dan Bahan yang dibutuhkan adalah:
2 buah kontaktor
1 buah timer
1 buah On Delay anda bisa menggunakan timer untuk mengganti on delay

Gambar Kontaktor


Gambar Socket Timer


Gambar Timer On Delay

Bagaimana cara kerja rangkaian kontrol di atas?
Selain Alat dan Bahan yang dibutuhkan, rangkaian ATS dan AMF tersebut terdapat dua bagian yaitu rangkaian kontrol ATS / AMF genset otomatis dan rangkaian daya ATS / AMF genset otomatis.

Pada gambar rangkaian kontrol di atas, rangkaian tersebut saya bagi 3 bagian.
Bagian-bagian tersebut adalah:

Suplai daya dari PLN

Ini merupakan rangkaian yang bekerja pada saat PLN mengalami gangguan

Suplai daya dari genset
Ini merupakan rangkaian ketika genset sudah bekerja dan memberi suplai tegangan pada beban listrik

Suplai daya untuk stater genset
Tiga blok gambar bagian di atas sangat penting untuk membuat rangkaian kontrol ATS / AMF, agar genset dapat beroperasi menyediakan suplai listrik untuk beban secara otomatis.

Dan apabila PLN menyala semua sistem kembali OFF dan suplai daya untuk beban kembali ke PLN.

Cara kerja dari rangkaian kontrol di atas adalah :
Contactor K1 berguna untuk pertukaran dari sumber tegangan PLN ke sumber tegangan genset.

Ketika Listrik dari PLN sedang dalam posisi Hidup (ON) contactor K1 akan mendapatkan suplai tegangan dari Line tegangan PLN, coil yang terdapat di dalam contactor K1 akan dialiri arus listrik sehingga inti besi di dalam coil tersebut menjadi medan magnet yang akan membuat contact K1 NO (Normally Open) menjadi tertutup sedangkan sebaliknya jika contact yang NC (Normally Close) menjadi terbuka.

Contact NC dari contactor K1 akan terbuka sehingga sambungan ke genset menjadi terbuka.

Hal ini akan membuat sambungan dari genset ke beban atau sumber utama tersambung ke sumber tegangan dari PLN.

Ketika sumber tegangan dari PLN dalam keadaan OFF, contactor K1 tidak mendapat suplai tegangan dari PLN sehingga contact dari contactor bekerja dalam keadaan normal. Contact NC dari contactor K1 pada ACCU Genset akan memberi suplai tegangan untuk menghidupkan / menstarter genset selama beberapa detik sesuai settingan pada timer on delay begitu genset menyala dan mensuplai daya ke On Delay Timer yang telah disetting waktunya misalnya selama 5 detik. Setelah 5 detik berjalan.

Suplai tegangan dari accu ke starter genset akan terputus.

Timer T2 akan bekerja untuk menghidupkan contactor K2 penggunaan timer T2 adalah untuk penundaan penyambungan genset ke beban (menunggu mesin stabil / panas).

Besarnya waktu timer dapat anda setting sesuai kebutuhan anda.

Dan setelah Contactor K2 bekerja, maka contactor K2 akan menyuplai daya dari genset ke sumber beban. Sehingga sumber beban berasal dari Genset.

Setelah dipasang sesuai dengan Gambar rangkaian ATS / AMF Genset otomatis dapat anda lihat pada gambar rangkaian starter genset terintegrasi dengan rangkaian ATS / AMF Genset Otomatis

Namun jika anda memiliki genset yang tidak mempunyai starter motor seperti genset dengan daya 3500VA ke bawah, anda bisa memodifikasi gensetnya dengan menambahkan starter motor, aki, relay dan sekering.

Dari berbagai sumber