MCB Sebagai Alat Proteksi Instalasi Listrik Tidak Wajib Dipasang?

Miniature Circuit Breaker
Apakah Circuit Breaker (CB) adalah wajib terpasang pada suatu instalasi listrik? Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita harus mengetahui fungsi CB sebagai pendeteksi dan pemutus aliran listrik bila terjadi gangguan seperti hubung singkat, beban lebih (overload) atau gangguan ke tanah (ground fault).

Untuk kita ketahui, pada instalasi listrik yang berdaya kecil hingga menengah, jenis circuit breaker yang dipasang adalah Miniature Circuit Breaker (MCB). Dikatakan miniature karena kapasitas arus listrik yang melalui circuit-breaker ini biasanya tidak lebih dari 60A.

Untuk jenis circuit-breaker yang mempunyai kapasitas arus listrik yang lebih besar dikenal dengan MCCB (Moulded-Case Circuit Breaker) hingga VCB (Vacuum Circuit Breaker) untuk tegangan menengah hingga tinggi.

Anda bisa melihat bentuk MCB ini pada instalasi listrik di rumah, yaitu di kWh-meter atau MCB Box yang terdapat di dalam rumah. Untuk lebih memahami pentingnya MCB sebagai alat proteksi instalai listrik ini, anda dapat menyimak artikel sebelumnya yaitu “Apa yang dimaksud Hubung Singkat Arus Listrik”.

Jadi kalau pernah mendengar istilah “listrik jeglek” itu artinya MCB-nya “OFF” karena terjadi suatu kondisi tidak normal yaitu beban lebih (overload) atau hubung singkat (korslet/short circuit/hubungan pendek). Karena memang fungsi MCB adalah alat proteksi untuk kedua hal tersebut.

Pengertian Dasar MCB
Secara umum MCB adalah sebuah saklar listrik otomatis yang dirancang untuk melindungi instalasi listrik, termasuk beban, kabel atau penghantar dari kerusakan yang disebabkan oleh arus lebih (overload) atau hubungan pendek (short circuit).

Fungsi dasarnya adalah untuk memutus aliran arus setelah komponen relay proteksi MCB tersebut mendeteksi adanya kondisi abnormal atau gangguan.

Cara kerja MCB

Beban Lebih (Overload)
Fungsi perlindungan beban lebih (overload) berkerja berdasarkan prinsip bahwa strip bimetal melengkung dengan kenaikan suhu yang disebabkan oleh arus lebih besar daripada kemampuan daya hantar circuit breakernya.

Strip bimetal ini akan lurus bila kondisi arus yang melewati dibawah kemampuan trip circuit breaker, atau bisa dikatakan kondisi strip bimetal ini masih dingin.

Pada saat arus yang melewati strip bimetal ini nilainya di atas kemampuan daya hantar circuit breaker, maka panas ini akan membuat strip bimetal ini melengkung. Dengan membukanya contact antara incoming dan outgoing terminal, fungsi perlindungan beban lebih ini berkerja (OFF).

Kondisi tersebut dapat di ilustrasikan sebagai berikut ini

Short Circuit Protection
Hubungan pendek (short circuit) bisa terjadi bila penghantar phase tersentuh dengan sesama penghantar phase, penghantar netral ataupun grounding.

Ketika hubungan pendek, arus besar akan mengalir melalui kumparan induksi, dan medan magnet yang dihasilkan sangat kuat hingga mencapai ribuan kali lipat dari arus nominal. Sehingga saklar ini terdorong untuk membuka contact antara terminal incoming dan outgoing.

Lihat artikel “Apa yang dimaksud Hubung Singkat Arus Listrik”.

Rating MCB
Pada umumnya terdapat beberapa rating atau kapasitas MCB yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, diantaranya: 1A, 2A, 3A, 4A, 6A, 10A, 13A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, 63A.

MCB 1-phase atau 2-phase
MCB yang banyak diperjual-belikan terdiri atas MCB 1-phase dan 3-phase.

1-Phase
Pada MCB 1-phase terdapat tipe MCB 1-pole dan 2-pole. Apa perbedaan antara kedua MCB ini?

Pada MCB 1-pole ini yang diamankan hanya penghantar phase saja. Sedangkan penghantar netral tidak dihubungkan ke MCB.

Sedangkan pada MCB 2-pole yang diamankan adalah penghantar phase dan netralnya. Pada umumnya yang dipasang pada instalasi listrik di perumahan adalah MCB 1-pole.

3-Phase
Pada MCB 3-phase terdapat tipe MCB 3-pole dan 4-pole. Apa perbedaan kedua MCB ini?

Seperti halnya MCB 1-phase, pada MCB 3-pole ini yang diamankan hanya penghantar phase (R,S,T) saja. Sedangkan penghantar netral tidak dihubungkan ke MCB.

Sedangkan pada MCB 4-pole yang diamankan adalah penghantar phase (R,S,T) dan penghantar netral.

Perbandingan MCB dan Fuse (Sikring)
Ada alat proteksi lain untuk memutus arus listrik saat terjadi gangguan selain MCB yaitu sikring (fuse atau pengaman lebur). Pada prinsipnya kedua alat ini adalah melindungi rangkaian listrik dari arus beban lebih dan hubung singkat.

Pada fuse, bila terjadi gangguan dan fuse bekerja maka fuse tersebut tidak dapat digunakan lagi, karena sifatnya adalah pengaman lebur dimana kawat pengaman pada fuse akan putus.

Sedangkan MCB bisa di gunakan lagi dengan cara switch “ON” kembali. Walaupun ada juga tipe sekring yang bisa digunakan lagi dengan cara menekan tombol untuk switch “ON” seperti MCB, tapi secara umum tipe fuse yang digunakan adalah bersifat lebur dan memerlukan penggantian.

Dalam kondisi tertentu dimana kesalahan kerja MCB saat terjadi hubung singkat tidak bisa ditolerir, maka pemasangan fuse akan lebih aman sebagai alat proteksi. Karena sifat fuse yang langsung lebur saat terjadi gangguan. Ada juga yang memasang fuse bersama MCB untuk memastikan sistem proteksi lebih baik lagi.

Dalam segi harga, MCB lebih mahal dibandingkan dengan fuse. Hal ini dikarenakan secara konstruksi MCB lebih kompleks dibandingkan fuse.

Jadi, MCB adalah alat proteksi yang sangat penting bagi suatu instalasi listrik dan karena itu wajib terpasang. Tidak benar jika menganggap MCB hanya aksesoris dan tidak wajib dipasang.

Kualitasnya pun harus diperhatikan, karena itu janganlah membeli MCB yang tidak jelas manufakturnya dan harganya sangat murah. Jangan segan untuk bertanya pada toko listrik yang terpercaya dan merupakan penjual resmi dari manufaktur MCB.

Bagaimana cara menentukan kapasitas circuit breaker yang sesuai dengan kebutuhan? Kami membahasnya pada artikel “Menentukan Kebutuhan Daya Listrik Pada Rumah Tinggal Berdasarkan PUIL“.

Dan beberapa hal lain yang mungkin perlu anda ketahui adalah :

Seberapa cepat MCB bekerja? Kami akan membahasnya pada artikel berikutnya.
Apakah ELCB itu? Apa perbedaannya dengan MCB? Kami membahasnya pada artikel “ELCB Pengaman Arus Bocor“.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Salam pencerahan,